Jenis Stop Kontak

Bagi mereka yang kerap travelling keliling dunia, stop kontak pasti masuk daftar barang prioritas yang harus ada di tas. Bagaimana tidak, tiap negara yang dikunjungi bisa jadi memiliki jenis stopkontak yang berbeda. Di Indonesia sendiri misalnya, masyarakat akrab dengan stop kontak dengan dua pin –yang kemudian diketahui sebagai tipe C. Berbeda halnya dengan Singapura yang umumnya menggunakan stopkontak dengan tiga pin yang disebut sebagai tipe G. Lalu, ada berapa jenis stopkontak yang dikenal dalam dunia kelistrikan? Menurut World Standards, setidaknya terdapat 15 jenis outlet listrik (stopkontak) yang umumnya digunakan oleh negara di berbagai belahan dunia. Penentuan jenis masing-masing stopkontak telah ditetapkan dalam surat oleh US Department of Commerce International Trade Administration (ITA). Jenis stopkontak juga diurutkan sesuai alphabet, dari A, B, C, hingga seterusnya.

Dua lempeng saling berdekatan sebagai konektornya. Stop kontak ini merupakan stop kontak kelas II dengan standar dua cabang paralel datar. Tipe stop kontak A merupakan tipe perangkat listrik yang banyak tersebar dan digunakan oleh negara – negara di Benua Amerika, China, Australia, Jepang, Bangladesh, Bolivia, Brazil, dan negara-negara lainnya. Stop kontak dengan dua lempeng saling berdekatan sebagai konektornya ditambah satu lempeng berbentuk U. Tipe stop kontak B merupakan tipe perangkat listrik yang banyak tersebar dan digunakan oleh negara – negara di Benua Amerika Utara seperti Kanada, Amerika Serikat, dan Mexico, juga digunakan di Amerika Tengah, Karibia, Jepang, Kolombia, Ekuador, Venezuela, sebagian Brazil, Taiwan, dan Saudi Arabia. Tipe C memiliki dua kaki koneksi silindris yang dikenal sebagai Europlug dan digambarkan dalam CEE 7/16. Steker ini memiliki dua pin bediameter 4 mm, pada pusatnya memiliki ukuran 19 mm, dengan jarak antar pin di dasar terpisah sejauh 18,6 mm dan di ujungnya sejauh 17,5 mm .

Tipe stop kontak C merupakan tipe perangkat listrik yang banyak tersebar dan digunakan oleh negara-negara di Eropa kecuali Irlandia, Siprus, dan Malta. Stopkontak tipe C juga banyak digunakan di negara-negara berkembang. Negara lainnya yang menggunakan tipe ini adalah Albania, Aljazair, Argentina, Austria, Bangladesh, Kamboja, dan lain-lain. Stop kontak tipe D ini jika kita lihat pada gambar di atas memiliki tiga koneksi berbentuk bulat yang membentuk segitiga dengan kekuatan 5 ampere. Tipe stop kontak D merupakan tipe perangkat listrik yang banyak tersebar dan digunakan secara eksklusif oleh negara India dan Nepal. Namun, beberapa negara lainnya yang juga menggunakan stopkontak tipe ini adalah Afganishtan, Bangladesh, Bhutan, Ghana, Irak,  Irlandia, Lebanon, Myanmar, dan negara lainnya.

Tipe ini memiliki dua koneksi berbentuk bulat yang memiliki ukuran panjang sebesar 14 mm dengan diameter 4,8 mm. Merupakan tipe yang paling banyak digunakan di Perancis, Belgia, Polandia, Slovakia, Republik Ceko, dan beberapa negara lainnya. Negara Perancis, Belgia, dan beberapa negara tersebut memiliki standar pada stop kontak yang berbeda dari standar CEE 7/4, yaitu stopkontak tipe F seperti yang digunakan di Jerman dan negara-negara kontinental Eropa lainnya. Biasa disebut dengan “Schuko Steker” yang merupakan singkatan dari “Schutzkontakt”. Dalam bahasa Jerman, “Schutzkontakt” memiliki arti “stopkontak perlindungan” atau “stopkontak keamanan”. Bentuk bulat yang dimiliki tipe F ditambah dengan dua klip landasan di sisi steker. Stopkontak ini merupakan tipe yang paling banyak digunakan di Jerman, Austria, Belanda, Swedia, Finlandia, Portugal, dan negara lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *