Mengenal Sistem Kerja Jasa Kontraktor Bangunan

Hingga detik ini masih banyak sekali para kontaktor bangunan yang kurang mengerti tata cara dan sistem kerja kontraktor bangunan itu sendiri, pada saat ini kita sudah mengenal tata kerja pelaksanaan, yaitu kontraktor penuh, kontraktor sebagian, dan cost and fee atau orang menyebutnya sebagai tusi, nah untuk lebih jelasnya kita akan membahasnya satu demi satu agar anda lebih mengerti dan paham tata cara kerjanya, tanpa berlama – lama yuk simak ulasan dibawah ini.

  1. Kontraktor penuh
    Merupakan sebuah sistem kerja dihitung secara penuh atau total keseluruhan dengan harga yang tetap. Contohnya saja jika dari awal sampai dengan selesai membutuhkan dana 100 juta, dan apabila harga dan lama waktu pengerjaan dan pembayaran sudah disepakati antara kedua belah pihak maka, maka dengan itu pekerjaan akan segera diproses, pada sistem kontraktor seperti ini kontraktor akan diberikan kekuasaan penuh untuk mengatur arus kas dan juga alaat apa yang dibutuhkan, dan juga pengelolaan teknis pelaksanaannya dilapangan. Jika dari harga yang sudah disepakati si kontraktor mendapat untung atau malah kebobolan itu tentu saja urusan para kontraktor karena memang harga sebelumnya sudah disepakati anatara kedua belah pihak.
  2. Kontraktor sebagian
    Bisa dikatakan sistem ini berada ditengah – tengah antara kontraktor penuh dan juga Tusi. Tentu tidak semua pekerjaan dikerjakan, akan tetapi hanya beberapa item tertentu saja, akan tetapi tetap melalui mekanisme persetujuan antara kedu belah pihak. Kontraktor semacam ini dikategorikan sebagai pekerjaan dalam kategori struktur, yakni mulai dari pondasi bangunan, balok, kolom sampai dengan acingan dinding saja, namun pasa saat penyelesaian menggunakan kontrak cost and fee. Dan biasanya client memilih hal ini karena dana client yang nanggung akan tetapi bagaimana caranya agar tetap selesai sesuai seperti apa yang diharapkan. Bisanya upah untuk pemborong seperti ini akan dibayar atau dihitung secara harian, tidak bisa mengebut memang akan tetapi hasilnya akan lebih rapi.
  3. Cost and fee
    Pasa sistem kerja yang satu ini para client bisa memilih bahkan belanja material sendiri sesuai yang mereka inginkan, meskipun banyak dari client yang memang tidak memiliki banyak waktu hingga harus menitipkan belanjaan mereka pada kontraktor namun nanti bon dan segala bukti akan diberikan kepada client setelah belanjaan beres.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *