Manfaat Penting Imunisasi Pada Bayi Anda

Perlu bunda tahu bahwa imunisasi memang memiliki efek samping bagi si bayi, tapi masih termasuk sangat ringan seperti demam, mual, hilang nafsu makan, pusing, nyeri atau bekas kemerahan di bagian yang disuntik. Jika Anda berecana untuk tidak mengimunisasikan bayi Anda karena takut akan risiko efek samping yang mungkin akan diderita si bayi, ada baiknya Anda petimbangkan kembali manfaat imunisasi bagi buah hati Anda yang efeknya lebih berjangka panjang dibandingkan efek sampingnya. Di Indonesia, ada beberapa vaksin yang wajib diberikan pada bayi, yaitu vaksin hepatitis B, BCG, polio, DTP, dan campak. Berikut penjelasan untuk masing-masing vaksin.

  1. Vaksin Hepatitis B
    Waktu yang paling bagus untuk memberikan vaksin ini yaitu setelah bayi lahir dengan terlebih dahulu memberi vitamin K, gunanya untuk mencegah terjadinya pendarahan akibat defisiensi vitamin K. Pemberian vaksin hepatitis B bisa kembali dilakukan saat si bayi berusia satu bulan dan dikisaran usia 3-6 bulan. Biasanya efek samping yang akan dirasakan oleh si bayi adalah demam dan rasa lelah.
  2. Vaksin BCG
    Kegunaan dari vaksin BCG untuk bayi adalah mencegah terserang penyakit tuberculosis atau yang dikenal dengan nama TBC. Pemberian vaksin BCG ini hanya dilakukan satu kali, ketika anak baru dilahirkan sampai ia berusia dua bulan. Efek samping yang dapat ditimbulkan dari vaksin ini adalah timbulnya benjolan bekas suntuk di kulit.
  3. Vaksin Polio
    Vaksin polio oral atau (OPV-0) biasanya diberikan ke bayi pada saat bayi baru lahir dan saat bayi berusia dua, empat, serta enam bulan dan bisa diberikan lagi saat anak berusia satu setengah tahun dan terakhir di usia lima tahun. Vaksin anti polio dapat diberikan dalam bentuk OPV melalui mulut atau IPV yang diberikan dengan cara disuntikkan dalam otot. Efek samping dari vaksin yang satu ini yang biasanya terjadi adalah demam dan kehilangan nafsu makan.
  4. Vaksin DTP
    Vaksin DTP adalah jenis vaksin gabungan dengan kegunaan untuk mencegah penyakit difteri, tetanus, dan pertusis atau batuk rejan. Vaksin DTP ini diberikan dengan ketentuan sebanyak lima kali yaitu pada usia dua bulan, empat bulan, enam bulan, satu setengah tahun, dan lima tahun. Efek samping yang sering muncul adalah demam, rasa nyeri, dan mual.

Bayi yang baru lahir sudah diberkahi antibodi yang berasal dari sang ibu yang didapat saat masih di dalam kandungan, tapi sayangnya antibodi ini hanya bertahan dalam waktu singkat yakni beberapa minggu atau bulan saja. Biasanya setelahnya, bayi akan menjadi mudah terserang berbagai penyakit dan mulai memproduksi antibodi sendiri. Untuk menghindari kemungkinan si bayi terserang berbagai penyakit, maka orang tua wajib memberikan imunisasi. Program imunisasi merupakan langkah untuk mencegah penyakit menular dengan cara memberikan vaksin pada seseorang sehingga tubuhnya resisten terhadap penyakit tertentu. Manfaat imunisasi untuk bayi bagus untuk menghindari penyakit infeksi berbahaya sehingga si bayi bisa tumbuh sehat. Untuk itu manfaat imunisasi dapat menurunkan angka kejadian terserangnya penyakit, kecacatan, hilangnya nyawa sibayi yang disebabkan oleh penyakit infeksi, dan juga mencegah penyakit epidemi pada generasi mendatang.

Secara garis besar, manfaat imunisasi juga bisa menekan pengeluaran atau menghemat biaya kesehatan. Melakukan imunisasi dimulai sejak usia bayi sampai masuk usia sekolah. Lewat imunisasi bayi akan diberikan vaksin yang diisi dengan jenis bakteri atau virus tertentu yang sudah dilemahkan atau dinonaktifkan untuk membentuk antibodi dan merangsang sistem imun di dalam tubuh si anak. Beberapa cara untuk memberikan vaksin dalam imunisasi bisa bervariasi, mulai dari disuntikkan, ditetesi obat ke dalam mulut, dan ada juga yang disemprotkan ke dalam mulut bahkan hidung. Ada vaksin yang hanya diberikan satu kali seumur hidup dan ada pula yang yang diberikan secara rutin agar kekebalan tubuh si anak terbentuk dengan baik dan siap menghadapi berbagai serangan penyakit seperti polio, tetanus, cacar, campak, gondongan, dan penyakit lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *